Jumat, 04 Desember 2015

HADITS 4

بسم الله الرحمن الحيم




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ
أنَّ رسولََ الله - صلى الله عليه وسلم:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا يَزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ المَشْرِقِ وَ المَغْرِبِ.
متفق عليه

Dari Abu Hurairah radiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda
"Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat yang tidak jelas baginya (perkara tersebut-pent), yang  menjerumuskannya ke dalam neraka, yang jaraknya  sejauh antara timur dan barat. "
Mutafaqun 'alaihi



PENJELASAN
__________________
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah ta'ala menjelaskan hadits  ini dengan lafadz dari imam Muslim  di dalam Syarh riyadhussholihin (1/1745) :
Adapun kalimat ما يتبين فيها، yaitu 
▶dia tidak yakin(akan kebenarannya),
▶dia menukil  dari apa saja yang dia dengarkan.
❗Cukuplah seseorang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan setiap apa yang di dengarkannya.
Maka engkau mendapatinya berbicara dengan suatu ucapan, dan belum jelas baginya,
tidak melakukan pengecekan,
tidak mempelajari maknanya,
dan tidak mempelajari  akibat ucapannya.
-dan  kita berlindung kepada Allah ta'ala- hal ini akan menyebabkan dia terjatuh ke dalam neraka yang jaraknya sejauh timur dan barat.
Jarak antara timur dan barat sangat jauh sekali, setengah dari belahan bumi. Yang demikian itu, dengan satu kalimat saja akan dapat menjatuhkan seseorang kedalam neraka yang jaraknya sejauh timur dan barat.
Ini menunjukkan kewajiban  untuk meneliti terhadap apa yg engkau bicarakan. Baik yang engkau  menukil kepada orang lain, atau yg engkau nukil dari orang lain.
Telitilah, bersabar, jangan tergesa-gesa!! apa yang mengharuskan engkau untuk tergesa-gesa didalam menyampaikan berita??!!
Bersabarlah, hingga engkau meneliti dan jelas bagimu perkara tersebut.
 Kemudian, jika engkau melihat ada maslahat yang diperoleh dengan engkau berbicara, maka berbicaralah. Dan jika engkau melihat tidak ada maslahat yang diperoleh jika engkau berbicara, maka diamlah. Barang siapa yang beriman kepada Allah ta'ala dan hari akhir, hendaknya dia berbicara yang baik, atau (jika tidak-pent), hendaknya dia diam.



FAEDAH HADITS:
1⃣ Anjuran untuk menjaga lisan. Sebagaimana di dalam hadits:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ
Barang siapa yang beriman kepada Allah ta'ala dan hari akhir, hendaknya dia berbicara yang baik, atau (jika tidak-
pent), hendaknya dia diam.

2⃣Tidak tergesa-gesa dalam menyampaikan berita kecuali setelah meneliti dan mengeceknya.

3⃣Ancaman berupa neraka bagi orang yang senang berbicara tanpa meneliti dan mengecek kebenarannya terlebih dahulu.


Ditulis oleh: 
Ummu Aiman hafidzahallah, pada tanggal 2 Al Muharram 1437 H / 15 Oktober 2015